Penulis Buku Ahok: Bisa Dicontek Parentingnya Sehingga Akan Banyak Ahok-Ahok Baru yang Lahir

- Januari 16, 2017
Pemilik akun twitter @kurawa Rudi Valinka menceritakan kisah soal alasan di balik penulisan buku 'A Man Called Ahok'. Dia mau menulis buku soal Ahok, katanya ingin melakukan tabayyun (klarifikasi) soal kehidupan Ahok. Dia hanya penasaran apakah benar Ahok sudah menistakan agama sejak dulu.

Rudi langsung ke kampung halaman Ahok, Belitung Timur. Ia menyebutkan bahwa dalam Islam ada tabayyun dan sangat penting di negara ini. Pas kasus di Kepulauan Seribu, saya langsung tabayyun. "Ahok ngomong, kalau dia nggak ada niat menistakan agama, saya nggak langsung percaya. Makanya saya langsung berpikir ke Belitung supaya saya percaya," kata Ahoker ini, Senin (16/1/2017).

Di Belitung ia 3 hari 3 malam dan bertemu langsung orang-orang yang berhubungan dengan Ahok. Ia berharap buku tentang idolanya tersebut bisa membuka mata orang-orang yang selama ini benci kepada Ahok karena kasus dugaan penistaan agama.

Ia menyebutkan ada tiga kekuatan dalam buku yang ia tulis,  "Pertama ada narasi, kedua gambar dan ketiga klarifikasi. Jadi kalau ada orang yang nggak percaya, di dalam buku ini ada foto-foto orang yang memberikan testimoni soal Ahok," katanya.

Watak Ahok yang ceplas-ceplos, cenderung keras, kata Rudi merupakan didikan dari bapaknya. Saat Ahok kecil, kata dia, bapaknya sering menyuruh Ahok bersembunyi bila sedang ada tamu. Itu dilakukan agar Ahok bisa mendengarkan pembicaraan bapaknya dengan tamu tersebut.

Kurawa itu menilai bahwa Ahok terbentuk karena konsep parentingnya dari bapaknya. "Sehingga buku ini bisa dicontek cara parentingnya sehingga akan banyak Ahok-ahok baru yang lahir," kata dia seperti dilansir Detik. [Paramuda/BersamaDakwah]
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search