Top Ad unit 728 أ— 90

"Saudara Diusir dari Angkot dan Dijauhi Tukang Penthol Hanya Karena Jilbab"



Oleh: Pramudya Arif Dwijanarko


Barusan, saya dapat cerita kalau semalam, saudara saya diusir dari angkot saat hendak pulang dari kampusnya di Surabaya. Kebetulan, saudara saya ini berjilbab lebar. Saat hendak naik angkot, sopir angkot menyuruhnya untuk naik angkot berikutnya saja. Penumpang lain pun, juga mengiyakan perkataan sopir angkot tersebut.

Tak selesai disitu, karena jengkel nggak bisa naik angkot, saudara saya ini pun beli penthol di pinggir jalan. Pembeli penthol yang lain pun, terkesan menjauh darinya. Dosa apa yang membuat seorang hamba nggak bisa menikmati pentholnya?

Akhirnya, dia pun memilih untuk naik Gr*b. Sambil sesenggukan sepanjang perjalanan.

Dari cerita teman saya di kota lain, masih di provinsi yang sama, temannya asyik-asyik naik sepeda, tiba-tiba dipepetin orang naik motor, lalu diteriaki "Teroris".

Sedih rasanya mendengar kabar-kabar ini. Tujuan Teroris bukan cuma meledakkan bom saja, namun juga menyebarkan rasa takut sehingga menyebarkan kecurigaan kepada saudara sendiri. Yang muslim takut keluar rumah karena dituduh yang macam-macam, yang non muslim takut keluar rumah karena takut terjadi macam-macam. Timbul lah perpecahan, dan ketidakstabilan keamanan negara. Tentu kita nggak mau semua itu terjadi kan?

Di sini saya menggarisbawahi bahwa kita semua adalah korban terorisme. Dan terorisme itu berbahaya. Kerusakannya bukan hanya fisik, namun juga psikis masyarakatnya. Saya bukan menyalahkan para sopir, penumpang angkot, maupun pelanggan penthol tadi. Ini 100% adalah salah para teroris yang sudah berhasil menutup mindset kita. mindset bahwa kita semua bersaudara.

Mari, kita tunjukkan bahwa kita tidak takut dengan aksi-aksi teror ini dengan menunjukkan keharmonisan. Tetap berkomunikasi dengan baik dengan kerabat dan saudara kita. Tunjukkan, budaya gotong royong yang menjadi identitas Indonesia. Dan saya mengutuk keras terorisme, apalagi sampai membuat orang tak bisa menikmati pentholnya.

Semoga dalang dari aksi-aksi teror ini segera ditangkap dan diadili. Semoga kita senantiasa diberi keselamatan. Semoga kita, saudara, kerabat, dan orang-orang terdekat kita dijauhkan dari paham-paham yang bisa memecah belah persatuan. Dan semoga kita bisa menjadi insan yang bertaqwa selepas Ramadhan.

"Saudara Diusir dari Angkot dan Dijauhi Tukang Penthol Hanya Karena Jilbab" Reviewed by Ganda Pahlawan on 16.24 Rating: 5

Tidak ada komentar:

© Bersamadakwah.net - BedaMedia Grup

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.