Jawaban untuk Staquf yang Sebut "Islam Arab Itu Penjajah"

- Juni 13, 2018

Beberapa tahun lalu ternyata sosok Yahya Staquf pernah mengatakan Islam Arab memiliki karakter penjajah sementara Islam Nusantara lebih damai. Benarkah?

Oleh: Abu Hanifah Jandriadi Yasin

Yahya Staquf sang sekjen PBNU adalah pemain lama dalam urusan caci maki Arab dan lemah lembut penuh toleransi dan kasih sayang terhadap Yahudi dan setiap non-Muslim. Maka sebenarnya kita tidak heran dan "maklum" dengan langkahnya memaparkan pepesan kosong dihadapan 1600 Yahudi Amerika dan Israel di Israel. 

Yess, mendapat aplaus, decak kagum dan keridhaan dari semua hadirin Yahudi termasuk perdana menteri Israel yang hadir langsung, plus seluruh Yahudi di seluruh dunia, karena tidak ada kecaman dan protes terhadap Yahudi atas segala tindakan penjajahan dan kejahatan atas kaum muslimin di Palestina. Yang ada ialah pepesan kosong sok konsep didepan Yahudi plus kekurangajaran dia terhadap Al-Qur'an dan hadits.

Dalam video ini -pastinya sebelum Yahya Staquf "mudik" ke Israel dan panen THR-, ia telah lebih dahulu menghina Islam di Arab sebagai abal-abal, disebarkan dengan cara penaklukan. Padahal begitu banyak kawasan di daerah Arab sejak silam Islam tersebar tanpa adanya perang semisal di Yaman, Thaif sampai Makkah dan Madinah.

Justru negara-negara Eropa lah (tentunya beragama Nasrani) yang menyebarkan agama mereka melalui kolonialisme dan imperialisme ke seluruh dunia setelah mendapat restu dari Paus dengan jargon : Gospel (menyebarkan agama), Gold (mengeruk kekayaan dari setiap tanah yang dijajah), glory (menguasai setiap tanah yang dijajah).

Yahya Staquf telah mengakui bahwa Islam tersebar di Nusantara dengan damai, dakwah yang hikmah tanpa peperangan. 

Lihatlah bagaimana Nasrani tersebar Nusantara ini, melalui Portugis, Belanda yang kesemuanya adalah penjahat teroris kelas kakap yang telah menindas, menjajah, dan merampok negeri ini selama ratusan tahun lamanya.

Langkah para pembesar PBNU mulai dari ketuanya, sekjennya hingga jajaran dibawahnya yang mengkampanyekan Islam Nusantara dan anti Islam Arab sudah sangat membahayakan Islam dan peradaban Islam di Nusantara itu sendiri. 

Kita pun saat ini pura-pura tidak mengetahui siapa dalang dibalik kampanye kebencian terhadap Islam Arab ini, padahal jelas nyata terpampang didepan mata kita bahwa dalangnya ialah Yahudi dan orang-orang kafir yang sangat membenci Islam.

Mari kita kabarkan kepada ummat, bahwa agen-agen Yahudi sudah mulai tanpa rasa malu menampakkan kemesraan mereka dengan Yahudi, dan menampakkan permusuhan dan kebencian mereka terhadap Islam dibalik konsep setan Islam Nusantara.
Ganyang Agen Yahudi !!!!

 
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search