Top Ad unit 728 أ— 90

Belajar Dari Peristiwa di Masjid Shalahudin Sidoarjo

Masjid Shalahudin Sidoarjo
Kejadian pembubaran pengajian di masjid Sholahuddin Gedangan Sidoarjo Jawa Timur oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan ormas tertentu, Sabtu (4/3/2017) lalu, bisa diambil beberapa ibrahnya bagi umat Islam.

"mendakwahkan agama Allah itu adalah kewajiban. Itu hal yang pasti, terlalu banyak dalilnya" salah satu nasehat yang dikutip dari ustadz Agung Cahyadi, Lc, MA selaku ketua PW IKADI Jawa Timur.

"mendakwahkan Islam itu, harus dengan cara yang bijaksana" imbuh ustadz Agung Cahyadi yang juga mengasuh beberapa pengajian di Jawa Timur ini. Beliau menjelaskan terkait makna dari bijaksana antara lain sebagai berikut:

 اُدْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ 


"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk" (QS. An-Nahl: 125). 

Diantara makna حكمة adalah : بالحكمة = ألا يكون إنكارك للمنكر منكرا

Bijaksana yaitu "jangan sampai pengingkaranmu terhadap kemungkaran akan menimbulkan kemungkaran yang baru."

Tabiat Jalan Dakwah

Tabiat jalan yang akan dilalui dalam mendakwakan Islam itu penuh dengan onak dan duri. Itu hal yang pasti terjadi, berikut salah satu ayat yang menjelaskan terkait hal tersebut.

 أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ 


"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?" (QS. Al-'Ankabut: 2).

Dan Rasulullah melarang untuk berharap bertemu dengan onak dan duri tersebut, di saat berniat mau mendakwahkan Islam. Namun ketika onak dan duri tersebut ternyata menghadang jalan dakwah, maka wajib untuk bersabar.

Berikut beberapa catatan yang beliau sampaikan:

1. Pengajian yang terselenggara di masjid Shalahuddin pada Sabtu 4/3/2017 kemarin, in syaa Allah bagian dari upaya panitia untuk menjalankan kewajiban yaitu mendakwahkan agama Allah.

2. Berita akan dibubarkannya pengajian sebelum terlaksanakannya pengajian, sudah diketahui oleh masyarakat dan tentu oleh panitia.

3. Kalau boleh saya meng-andai-2, jika panitia kemarin
-setelah menerima ancaman pembubaran, kemudian bersepakat untuk membatalkan pengajian, dan bukan memaksakan diri untuk tetap melanjutkan (karena tentu panitia faham, bila pengajian tetap dilanjutkan, akan berpotensi untuk terjadinya konflik dengan sesama muslim), tentu akan lebih bijaksana ( حكمة ).

Karena luka yang terjadi dengan peristiwa kemarin, membutuhkan potensi ekstra untuk menyembuhkannya.

Sementara manfaat yang bisa kita ambil dari pengajin Ust Khalid Basalamah, mungkin bisa kita peroleh dengan cara yang lain. Meskipun mungkin tidak semaksimal bila kita peroleh lewat pengajian langsung.

4. Qadarallah, semua sudah terjadi. Tidak perlu disesali, karena itu memang bagian dari sunnatullah dalam dakwah. Tinggal bagaimana kita bisa mengambil pelajaran baik dari peristiwa teesebut, untuk kita jadikan sebagai bekal bagi upaya kita untuk memperbaiki dakwah kita yang akan kita lakukan berikutnya.

5. Mari kita berdoa kepada Allah:

~ Untuk panitia dan untuk Ustadz Dr Khalid Basalamah dengan niat baiknya memberikan pencerahan kepada ummat, semoga Allah tetap berkenan memberikan ganjaran sesuai dengan niat baiknya dan bahkan semoga Allah berkenanan melipat gandakan pahalanya.

~ Dan untuk bapak-bapak aparat keamanan dan semua yang ikut membantu, sehingga bisa dihindari terjadinya bentrokan sesama muslim, semoga Allah berkenan memberikan pahala atas kontribusinya.

~ Dan untuk saudara-saudara kita yang terlibat dan yang ikut membantu terjadi pembubaran pengajian, semoga hanya disebabkan karena salah faham, semoga Allah berkenan untuk Memberikan maghfiroh-Nya atas khilaf tersebut dan berkenan untuk memberikan hidayah, taufiq dan ridho-Nya. (*)


Dikutip dari beberapa nasehat Ustadz Agung Cahyadi, Lc, MA (PW IKADI Jatim)
Belajar Dari Peristiwa di Masjid Shalahudin Sidoarjo Reviewed by Mafaza on 13.24 Rating: 5

Tidak ada komentar:

© Bersamadakwah.net - BedaMedia Grup

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.