Tukang Ojek Ingin ke Eropa

- Juni 23, 2017




,
Tetiba datang bapak-bapak paruh baya dengan seragam jaket hijau khasnya.

"Pagi bisa ketemu, Mas Teja," katanya.

Aku jawab, "Saya Mas. Tapi maaf saya nggak pesen Gojek kok, Mas."

"Oh bukan, Mas. Saya ke sini bukan buat narik penumpang. Saya mau mendaftar tur."

Seketika aku malu sendiri,  "Oh maaf Pak. Silakan duduk."

Bapaknya sambil lihat-lihat brosur paketan lalu bilang, "Mas saya mau ikut 3 negara Eropa aja yah.  Saya ini baru bawa uang 10 juta DPnya sambil,"  ia mengeluarkan uangnya.

"Maaf yah Mas Teja uangnya campur recehan maklum hasil nabung dari ngojek," katanya lagi.

Saya nih suka kepo kalau orang-orang berpenampilan sederhana seperti bapaknya berminat pergi ke Eropa buat apa.

Bapaknya bilang, "Eropa tuh impian saya mas dari zaman SD saya pengin banget ke Menara Eiffel. Karena awalnya kerjaan saya serabutan jadi nggak cukup uang buat nabung ke sana. Tapi alhamdulilah Allah ngasih pekerjaan ngojek sekarang ini saya bisa punya tabungan lebih Mas.
Karena saya sebulan bisa dapat Rp 4-5 juta," katanya.

"Dan tiap bulan saya sisihkan 500rb-1 jt untuk bisa ke Eropa. Yang penting kebutuhan dapur dan anak-anak sekolah tidak terganggu," ujarnya.

Aku kepo lagi nanya, "Bapak selain mengejar cita-cita apa yang bikin bapak ingin pergi ke sana?"

Bapaknya jawab,  "Saya ingin menjadi inspirasi buat anak anak saya mas. Supaya mereka bisa pergi keliling dunia, supaya mereka sadar bahwa ilmu itu tidak ada batasnya.
Pergi jalan-jalan ke luar negeri itu penting supaya kita sadar bahwa ada jendela ilmu yang luar biasa di sana. Supaya anak-anak saya sadar bahwa mencari ilmu itu tidak hanya di bantul tapi  gudang ilmu diluar negeri sana. Mas saya ini hanya tamatan SMP tapi anak-anak saya harus memutuskan garis kesulitan ekonomi keluarga makanya saya harus jadi inspirasi buat anak-anak saya mas istilahnya bapaknya aja tukang ojek lulusan sampai bisa keluar negeri masa mereka nggak. Uang bisa dicari mas Teja tapi umur dan kesempatan belum tentu datang dua kali."

Aku bengong dengerin bapaknya cerita.  Dalam hati kece badai yah bapak ini mindsetnya. Noted Pak kalimat bapa yang terakhir saya catat di kepala saya "Umur dan kesempatan tidak akan datang dua kali." [ @paramuda /BersamaDakwah]

*Seperti dikisahkan Teja.
Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search