Gusdurian Lakukan Doa Bersama di Gereja Santa Lidwina

- Februari 15, 2018
Ilustrasi: Gusdurian
Puluhan jemaah Majelis Dzikir Gusdurian (MDGs) menyambangi Gereja Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, Rabu (14/2/2018) siang.

Hal tersebut dilakukan sebagai wujud simpati atas penyerangan di gereja tersebut pada Minggu (11/2) pagi. Mereka juga menggelar doa bersama di gereja.

Dewan Pembina Majelis Dzikir Gusdurian DIY Kyai Umar Masdar mengatakan, sebagai pecinta Gus Dur dan kaum muda NU, Majelis Dzikir Gusdurian merasa terluka seperti apa yang dirasakan umat Gereja St Lidwina.

“Siapa pun yang melukai fisik mereka [jemaat gereja] sama saja melukai fisik kami, melukai hati mereka berarti juga melukai hati kami, melukai iman mereka sama saja meluakai iman kami,” kata dia, Rabu (14/2/2018).

Dalam pertemuan dengan pengurus gereja tampak tak ada sekat. Baik umat gereja maupun jemaah MDGs, duduk bersama dan saling berdoa berdasarkan kepercayaan masing-masing, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama.

”Kita adalah saudara sebangsa dan saudara sesama manusia,” katanya.


Lanjutnya lagi, tindakan penganiayaan dan penyerangan yang tejadi pada Minggu (11/2) itu tidak mewakili ajaran mana pun. Terlebih dalam Islam, tidak dibenarkan segala bentuk kekerasan apalagi sampai mengancam jiwa

Sementara Pastor Romo Yohanes Dwi Harsanto PR, Romo Kepala Paroki Kemetiran yang menaungi Gereja Santa Lidwina, menyambut baik silaturahmi yang dilakukan MDGs.

Ia merasa kunjungan ini bisa mempercepat penyembuhan akibat kejadian penganoayaan beberapa waktu lalu.

“Seperti ini [silaturahmi] sudah seharusnya menjadi kebiasaan kita sebaiknya dilanjutkan dan menjadi pola berbangsa dan bermasyarakat kita sehari-hari. Ada atau tidak teroris kita harus tetap bersatu sebagai satu bangsa, satu hati,” tuturnya.

Ia mengatakan, ingin sungguh-sungguh membuat Indonesia bangkit daan saling menguatkan satu sama lain.

Sementara itu, pihak gereja juga tengah mengupayakan trauma healing kepada anak-anak yang tampak syok atas kejadian pada Minggu (11/2/2018) lalu tersebut. “Pasti syok itu yang mau kita dampingi,” ungkapnya.

Disadur dari Harian Jogja dengan judul "Majelis Dzikir Gusdurian Berdoa Bersama di Gereja St Lidwina"



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search