Top Ad unit 728 أ— 90

Bule Marah Dengar Sholawatan, Dianggap Karaoke



Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (2/6) kemarin. Seorang bule bernama Frank saat itu mendatangi Mushola Nurul Jadid dan cekcok dengan Ustadz Ade Syafei.

Frank merasa terganggu karena mendengar suara tadarusan dan sholawatan dari pengeras suara mushola.

Lantunan shalawat disebutnya karaoke.
Menurut pihak yang berwajib, warga negara asing  tersebut merasa bising dan tidak senang dengan adanya tadarus/pengajian yang memakai speaker, akan tetapi Ustaz Ade Syafei dan remaja tidak mengindahkannya.

Tidak puas sampai situ, Frank kemudian mendatangi rumah Ustaz Ade Syafei. Di situ, Frank marah-marah dan saat itu direkam oleh tetangganya, Qodir.

Karena tidak puas, kembali Frank mendatangi Ustaz Ade Syafei di rumahnya dan menegur dengan sebagian bahasa yang kurang dipahami dan dimengerti dan kebetulan di rumah Ustaz Ade Syafei ada saudara Qodir yang sedang memegang HP yang kemudian merekamnya dan kemudian viral di media sosial.

Warga kemudian melaporkan hal ini ke Polsek Ciampea.

"Langkah yang ditempuh oleh Polsek Ciampea diantaranya menenangkan masyarakat lingkungan agar tidak bertindak reaktif selanjutnya menghubungi tokoh masyarakat sekitar diantaranya MUI Desa Ciampea dan memanggil kedua belah pihak," kata Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar AM Dicky Pastika Gading dalam keterangan tertulisnya, Ahad (3/6).

Proses musyawarah dan mufakat ini juga didampingi oleh bintara pembina desa (Babinsa) dan bintara pembinanaan dan keamanan ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas).

Dalam proses musyawarah tersebut, Frank kemudian menyatakan penyesalannya dan meminta maaf atas ulahnya.
 
Bule Marah Dengar Sholawatan, Dianggap Karaoke Reviewed by Ganda Pahlawan on 06.01 Rating: 5

Tidak ada komentar:

© Bersamadakwah.net - BedaMedia Grup

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.