Tamparan Kartika Putri untuk Puisi Sukma

- April 03, 2018
Dok: Mario Photography
Artis yang kini berhijab Kartika Putri menanggapi puisi Sukmawati Soekarnoputri yang dinilai menyinggung umat Islam.

"Tamparan" Kartika ia unggah di akun jejaring sosialnya pada Senin (2/4/2018).

"Bismillahirrhmanirrohim. Postingan ini hanya kewajiban saya sebagai seorang muslimah yang wajib meluruskan hal yang menurut saya tidak pantas atau tidak seharusnya...

tanpa mengurangi rasa hormat dan tetap saling menghargai....

Jika tidak tahu syariat Islam lebih baik mencari tahu atau jauh lebih DIAM saya rasa itu lebih bijak

*Aku tak tahu Syariat Islam* (Maka cari tahu atau DIAM)

*yang kutau sari konde ibu lebih cantik dari cadar dirimu*

(Cadar bukan perkara kecantikan ibu, tapi itu adalah sunnah dan tahukah manfaat cadar???

jika belum tahu juga maka saya beritahu)

*Gerai tekukan rambutnya suci sesuci kain pembungkus ujudmu*

(Menurut Islam kesucian wanita muslimah adalah dengan menjaga kehormatannya dan rambut suci yang dimaksud juga adalah aurat yang harus dijaga dengan cara ditutupi)

Belum tahu besarnya dosa membuka aurat di Islam mari saya beritahukan

Kecantikan wanita asli bangsa kita adalah akhlak mulianya yang dapat menyelamatkan negri tercinta ini..

Adzan bukanlah seni suara yang dimana harus merdu

melainkan panggilan Allah kepada hambaNya untuk mengerjakan sholat..

Jika tidak tahu maka saya beri tahu..bahwa seluruh umat Islam (laki-laki, tamyiz, dan berakal sehat)

dibolehkan melantunkan adzan tepat pada waktunya dengan suara keras bukan wajib merdu saja

karena ingat ini panggilan Allah bukan pentas tarik suara

*sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya*

(Kalimat ini saya setuju, makanya jangan hilangkan adab sebagai bangsa Indonesia yang terkenal akan santunnya budaya saling menghormati, menghargai perbedaan suku, agama dan menyayangi sesama tanpa membeda-bedakan).

ISLAM bukanlah Budaya tetapi adalah Agama maka tidak bisa dibandingkan dengan budaya..

Buatlah karya tanpa membandingkan, cukup menceritakan keindahan budaya dan tanah air tercinta kita..." [BersamaDakwah]



Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search