Surat untuk Buya Yahya yang Menyebut Ibnu Taimiyah Sesat dan Menyesatkan

- Maret 11, 2017
Buya Yahya yang ana hormati Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah memang bukan ulama Salaf karena wafat tahun 728 H, begitu pula Imam Al-Ghazaliy bukan ulama Salaf karena wafat tahun 505 H, dan itu abad ke 6 bukan abad ke 4,yang wafat abad ke 4 itu semisal Imam Ath-Thabariy, Imam Ibn Khuzaimah, Imam An-Nasâiy, Imam Ath-Thabaraniy...

Buya Yahya yang ana hormati Imam Ibnul Jawzy memang Hanbaliy, tapi kok dibilang "sangat Sufi" padahal dalam kitab beliau "Talbîs Iblîs beliau bantah Sufi dari ujung rambut ke ujung kaki, di banyak sub-bab mulai thaharah, shalat, jihad, nikah, mencari nafkah, mencari ilmu dll belum lagi di Shaidul-khathir pun beliau beberapa kali" menyindir" Imam Al-Ghazaliy, bagaimana bisa seorang faqîh bisa ikut sufi...

Buya Yahya yang ana hormati, di kitab apa kiranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah mengkafirkan Asy'ariyah? Yang ada justru di awal-awal kitab Ar-Radd alal Manthiqiyyin, beliau sebutkan bahwa para ulama Asy'ariyah berjasa dalam bantahan mereka terhadap Jahmiyyah dan Mu'tazilah dll, walaupun memang ada kesalahannya, namun mereka (para ulama Asy'ariyah) berhak mendapatkan walâ karena kesesuaian mereka dengan Sunah di sebagian aqidah namun barâ pada aqidah mereka yang diserap dari Mu'tazilah yang berlawanan dengan Sunah... Ini di antara makna isi kitab beliau

Buya Yahya yang ana hormati kiranya mengapa pakai doa كَرّمَ الله وَجهَهُ untuk Ali bin Abi Thalib yang sumbernya dari riwayat khurafat nya Syi'ah yang katanya Ali tidak pernah melihat kemaluannya, manakah yang lebih baik daripada doa dan laqab yang Allah berikan رضي الله عنه yang asalnya dari Qur an At-Taubah: 100...

Buya Yahya yang ana hormati, kiranya menganggap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah adalah sesat alangkah baiknya baca kitab2 beliau dari awal hingga akhir, lalu tandai kesesatannya, lalu jelaskan yang benar menurut Qur an dan Sunnah serta nukilan para Salafusshalih, sebagaimana yang beliau lakukan, beliau nukil perkataan Asyâ'irah sebelum beliau lalu bantah dengan metode aqliy dan manthiq yang biasa digunakan para ulama Asyâ'irah lalu disertai dalil naqliy dari Qur an dan Sunnah serta nukilan para Salafusshalih, yang hal tsb bertebaran di kitab2 beliau Minhâjus-Sunnah, Ar-Risalah At-Tadmuriyah, Majmû' Fatâwa dan sepengetahuan ana belum ada ulama Asyâ'irah setelah beliau yang melakukan bantahan ilmiah terhadap beliau sebagaimana beliau bantah ulama Asyâ'irah secara Ilmiah, orang terakhir yang mencoba hal tersebut akhirnya "taubat" dari aqidah Asy'ariyah, beliau adalah Syaikh Khalîl Al-Harrâs, ulama manthiq dan filsafat dari Al-Azhar.

Dari. فاريان غني هيرما

[Paramuda/BersamaDakwah]
Advertisement

1 komentar:

avatar

Para Ulama Memerangi Faham Sesat Ibnu Taimiyah
Ibn Taimiyah (w 728 H), sosok kontroversial, telah dibantah
segala kesesatannya oleh berbagai lapisan ulama dari empat madzhab;
ulama madzhab Syafi‟i, ulama madzhab Hanafi, ulama madzhab
Maliki, dan oleh para ulama madzhab Hanbali. Bantahan-bantahan
tersebut datang dari mereka yang hidup dengan Ibn Taimiyah sendiri
maupun dari mereka yang datang setelahnya. Berikut ini adalah di

antara nama-nama mereka dengan beberapa karyanya masing-
masing35:

1. Al-Qâdlî al-Mufassir Badruddin Muhammad ibn Ibrahim ibn
Jama‟ah asy-Syafi‟i (w 733 H).
2. Al-Qâdlî ibn Muhammad al-Hariri al-Anshari al-Hanafi.
3. Al-Qâdlî Muhammad ibn Abi Bakr al-Maliki.
4. Al-Qâdlî Ahmad ibn Umar al-Maqdisi al-Hanbali.
Ibn Taimiyah di masa hidupnya dipenjarakan karena
kesesatannya hingga meninggal di dalam penjara tersebut
dengan rekomedasi fatwa dari para hakim ulama empat
madzhab ini. Yaitu pada tahun 726 H. Lihat peristiwa ini dalam
kitab „Uyûn at-Tawârikh karya al-Imâm al-Kutbi, dan dalam kitab

Najm al-Muhtadî wa Rajm al-Mu‟tadî karya al-Imâm Ibn al-
Mu‟allim al-Qurasyi.

5. Asy-Syaikh Shaleh ibn Abdillah al-Batha‟ihi, Syaikh al-Munaibi‟
ar-Rifa‟i. salah seorang ulama terkemuka yang telah menetap di
Damaskus (w 707 H).

6. asy-Syaikh Kamaluddin Muhammad ibn Abi al-Hasan Ali as-
Sarraj ar-Rifa‟i al-Qurasyi asy-Syafi‟i. salah seorang ulama

terkemuka yang hidup semasa dengan Ibn Taimiyah sendiri.
 Tuffâh al-Arwâh Wa Fattâh al-Arbâh
7. Al-Faqîh al-Mutakallim, ahli tasawwuf terkemuka di masanya,

asy-Syaikh Tajuddin Ahmad ibn ibn „Athaillah al-Iskandari asy-
Syadzili (w 709 H).


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search