Baru Diangkat Jadi Jubir Jokowi, Farhat Langsung Berani Ucapkan Ini

- Agustus 14, 2018
tabloidbintang
Baru ditunjuk satu hari menjadi Juru Bicara Jokowi, Farhat Abbas sudah mulai berani berkata pedas. Ia menilai, jika benar Sandiaga membayar PKS dan PAN Rp500 miliar agar bisa menjadi cawapres maka perbuatan itu adalah kejahatan demokrasi. Ia mengatakan, kalau Jokowi mau bisa saja memerintahkan Kapolri menangkap Sandiaga Uno.

"Kalau Jokowi mau, bisa perintahkan Kapolri, misalnya Sandiaga Uno ditangkap, diproses 1x24 jam. Diperiksa, digeledah HP-nya. Mungkin ada rekaman. Sandiaga kalau merasa melakukan harus siap didiskualifikasi. Kalau ngga terbukti bisa dibuat satu opini, Jokowi takut atau zolim," kata Farhat di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Hanya saja timses Jokowi, kata dia, sudah diajarkan agar tak menyudutkan atau melakukan fitnah. Sehingga tak perlu melakukan manuver-manuver yang menyudutkan.

"Saya senang kalau diberi kesempatan diusut langsung. Karena mereka konglomerat. Basis penyerahannya ngga rekening. Karena mereka konglomerat," kata Farhat.

"Gampang membuktikannya. Kalau ngga diproses atau menuntut balik Andi Arief. Seandainya mereka kalah, kasian mereka sudah kalah, demi uang menghalalkan segala cara.

Diketahui, Farhat Abbas ditunjuk menjadi juru bicara tim pemenangan Joko Widodo atau Jokowi dan Ma’ruf Amin dalam pemilihan presiden 2019. Pelatihan jubir tahap pertama yang diikuti 108 orang ini digelar di Hotel Oria, Jakarta pada pukul 09.00-21.00, Senin, 13 Agustus 2018.







Advertisement


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search